Showing posts with label JERAWAT. Show all posts
Showing posts with label JERAWAT. Show all posts

Cara Tepat Merawat Kulit Wajah yang Mudah Berjerawat


Punya kulit wajah mudah berjerawat memang perlu banyak bersabar. Pasalnya, salah sedikit saja dalam merawatnya jerawat bisa langsung bermunculan menghiasi wajah. Untuk Anda yang punya masalah ini, saya akan mengulas cara merawat kulit untuk wajah mudah berjerawat.

Hal yang perlu dilakukan untuk merawat wajah mudah berjerawat

Apakah Anda sudah tahu apa penyebab jerawat di wajah? Jika belum sebaiknya cari tahu dulu dengan berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK). Biasanya penyebabnya bisa dari luar (eksternal)  dan juga dalam (internal).
Riwayat keluarga, perubahan hormon, dan penyakit tertentu menjadi faktor internal yang biasanya jadi penyebab jerawat. Sementara kebersihan wajah, kebiasaan tidur, pola makan, dan penggunaan make up menjadi faktor eksternal yang paling sering menyebabkan jerawat.
Jika Anda memiliki kulit yang mudah berjerawat (acne prone skin), yuk ikuti panduan berikut untuk merawatnya.

Menjaga kebersihan kulit wajah

Secara umum wajah yang berjerawat biasanya cenderung berminyak. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk rutin mencuci muka dengan pembersih wajah berbahan dasar BHA yang mengandung asam salisilat sebanyak 2 sampai 3 kali sehari. Pilihlah produk dengan kandungan BHA tidak lebih dari 2 persen.
Namun, jika Anda memiliki kulit yang kering gunakan pembersih wajah dengan kandungan PHA. PHA adalah senyawa turunan AHA yang cenderung ringan dan tidak mengiritasi seperti AHA dan BHA.
Produk ini berguna untuk mengelupas sel-sel kulit mati dan meratakan warna kulit. Gunakan produk yang memiliki kandungan PHA sebesar 4 persen. Jangan lupa, gunakan dahulu susu pembersih jika sebelumnya Anda menggunakan make up yang cukup berat.

Gunakan toner setelah mencuci muka

Toner berfungsi untuk merawat dan membersihkan sisa-sisa kotoran yang masih menempel di wajah setelah mencuci muka. Untuk Anda yang memiliki kulit wajah yang berminyak gunakan toner AHA setelah mencuci muka. Sementara untuk Anda yang berkulit kering atau sensitif toner berbahan PHA biasanya lebih cocok.

Gunakan produk berbahan gel

Untuk Anda si pemilik kulit berminyak sebaiknya gunakan produk-produk bertekstur gel atau losion yang ringan. Tujuannya, agar tidak merangsang kelenjar minyak untuk lebih aktif. Untuk memilih produk yang tepat memang susah-susah gampang. Namun, daripada Anda coba-coba produk lebih baik konsultasikan pada dokter Sp.KK. Pasalnya, kulit yang cenderung mudah berjerawat biasanya akan langsung mengeluarkan reaksi negatif saat mencoba berbagai produk baru.

Tidak begadang

Begadang dan kurang tidur bisa merangsang produksi hormon kortisol. Hormon yang satu ini dikenal sebagai hormon stres yang bisa memperparah jerawat dan merangsang terbentuknya jerawat baru. Untuk itu, jika Anda tidak ingin jerawat muncul dengan mudah di wajah, usahakan untuk tidur dengan cukup selama kurang lebih 7 jam.

Hindari makanan dengan indeks glikemik tinggi

Indeks glikemik adalah nilai yang menggambarkan tentang seberapa cepat makanan bisa memengaruhi kadar gula darah. Semakin besar nilai indeks glikemik maka akan semakin cepat pula kenaikan kadar gula darah setelah makan.
Nah, makanan dengan indeks glikemik tinggi (di atas 70) seperti nasi putih, mie instan, dan makanan manis bisa merangsang peradangan pada kulit. Selain itu, kelompok makanan ini juga bisa memperbesar kelenjar minyak dan membuatnya lebih aktif sehingga risiko jerawat pun akan meningkat.

Apa yang harus dilakukan saat jerawat sedang meradang?

Saat jerawat sedang meradang jangan dulu panik atau stres. Sebaiknya, gunakan produk khusus jerawat seperti BHA, benzoil peroksida, atau asam azelaic. Berbagai kandungan tersebut membantu meringankan peradangan dan mengatasi jerawat.
Namun ingat, jangan coba-coba produk dengan mudah berganti-ganti setiap hari. Pasalnya kulit malah bisa makin meradang dan jerawat pun semakin parah. Jika setelah menggunakan berbagai obat jerawat Anda tak kunjung membaik, konsultasikan ke dokter Sp. KK agar bisa ditangani dengan tepat dan tak bertambah parah.

Hati-hati dalam memilih produk untuk wajah

Jika Anda memiliki kulit wajah mudah berjerawat sebaiknya hindari bahan-bahan yang mudah mengiritasi kulit. Tak hanya itu, Anda juga tidak disarankan untuk menggunakan produk riasan yang bersifat komedogenik atau memicu timbulnya komedo.
Anda juga perlu menghindari produk tabir surya yang mengandung avobenzon, PABA, dioxybenzone, atau homosolate. Jika ternyata tabir surya yang Anda miliki mengandung berbagai bahan tersebut, hindari memakainya lebih dari 3 jam. Pasalnya, berbagai kandungan tersebut sangat mudah menyumbat pori dan memicu timbulnya jerawat.

Bolehkah saya mencoba perawatan alami?

Sebenarnya, bahan-bahan alami seperti cuka apel, madu, tea tree oil, perasan lemon, dan lainnya tidak terbukti secara ilmiah untuk menyembuhkan jerawat. Bahkan, alih-alih menyembuhkan berbagai bahan ini justru bisa memperparah jerawat karena sifatnya yang cenderung mengiritasi kulit.

Namun, Anda tetap bisa kok menggunakan bahan-bahan alami ini. Hanya saja, jangan digunakan ketika ada jerawat di wajah terlebih saat sedang meradang. Jika jerawat sudah muncul sebaiknya gunakan bahan yang terbukti ampuh secara medis. Konsultasikan masalah Anda ke Sp.KK terdekat untuk mendapatkan saran dan perawatan yang tepat.

Bolehkah Berenang Saat Kulit Sedang Berjerawat?

Tak diragukan lagi, banyak manfaat yang Anda dapatkan dari olahraga yang satu ini. Berenang tidak hanya membantu menurunkan berat badan saja, tapi juga bikin tubuh lebih rileks. Namun, bagaimana jika ingin berenang saat jerawat muncul? Apakah benar, berenang saat jerawatan hanya memperparah kondisi pada muka?

Katanya, air kolam renang bisa memperparah jerawat?

Memiliki wajah yang berjerawat nampaknya membuat sebagian besar orang menjadi banyak mengkhawatirkan sesuatu. Dari mulai takut terkena dengan debu, takut makan kacang dan produk susu, hingga takut berenang karena airnya yang kotor. Semua ketakutan ini dasarnya satu, takut jerawat menjadi semakin parah. Namun, apakah berenang saat jerawatan itu tidak boleh dan membuat masalah kulit ini kian menjadi parah?

Kolam renang memang sangat rentan kotor dan tercemar. Bagaimana tidak, urin, keringat, air liur, dan berbagai produk perawatan yang dipakai para perenang bisa mencemari air kolam. Untuk itu, air kolam biasanya dimurnikan dengan menggunakan zat yang disebut klorin (kaporit). Klorin membantu membunuh mikroorganisme berbahaya yang terdapat di dalam air kolam.
Nah, karena biasanya orang yang berjerawat dengan kulit yang cukup sensitif terhadap bahan kimia, justru ini bermasalah dengan klorin. Orang dengan kulit berjerawat memiliki kekhawatiran jika kandungan bahan kimia di dalam kolam renang yaitu klorin dapat memperparah jerawat yang dimilikinya.

Klorin bisa membuat wajah kering

Sebuah penelitian yang diterbitkan di The Journal of Dermatology menemukan bukti bahwa air yang diklorinasi memang bisa membuat kulit menjadi sangat kering. Pasalnya, klorin dapat mengurangi kemampuan suatu kulit untuk dapat mempertahankan kelembapannya. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang menderita dermatitis atopik lebih sensitif terhadap klorin.
Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa orang yang memiliki wajah berjerawat juga akan sangat rentan mengalami kekeringan yang berlebihan pada kulitnya. Pasalnya, klorin memang dapat menggerus minyak alami kulit apalagi jika terpapar dalam waktu yang lama.

Saat kulit mengering, kelenjar minyak akan mengeluarkan lebih banyak sabun pada wajah. Tujuannya agar minyak yang hilang dapat tergantikan. Pada akhirnya, kelebihan minyak inilah yang akan membuat wajah menjadi mudah berjerawat setelah kita berenang.
Selain itu, berenang juga bisa menyebabkan jerawat karena rusaknya penghalang kulit yang menyebabkan sel-sel kulit kering menumpuk dan menyumbat pori. Paparan sinar matahari berlebih juga bisa memperparah jerawat dan membuatnya terasa semakin perih. Tak hanya itu, penggunaan tabir surya yang digunakan sebelum, selama, dan setelah berenang juga dapat menyumbat pori-pori Anda.

Jadi, apakah boleh berenang saat jerawatan?

Tentu saja, boleh berenang saat jerawatan. Berenang termasuk olahraga yang terbukti bermanfaat apalagi jika Anda termasuk orang yang tidak bisa melakukan berbagai olahraga berat.
Hanya saja, untuk mencegah jerawat semakin parah yang perlu dilakukan setelah berenang ialah membersihkan wajah dengan air bersih dan juga sabun. Hal ini dilakukan agar kotoran yang menempel dapat hilang dan terlepas. Selain itu, karena klorin membuat wajah menjadi kering maka 
Anda perlu menggunakan pelembap.

Pelembap ini sangat penting agar kulit tidak memproduksi terlalu banyak minyak. Dengan begitu kelembapan kulit tetap terjaga tanpa produksi minyak yang berlebih.
Setelah itu, gunakan kembali krim jerawat yang sedang dipakai setelah Anda selesai berenang. Jangan lupa gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
Gunakanlah tabir surya yang dibuat khusus untuk kulit sensitif dan berlabel non-komedogenik agar tidak menyumbat pori. Dengan begitu, orang yang sedang jerawatan boleh berenang asalkan melakukan berbagai perawatan ini saat setelah berenang.

Perawatan Kulit yang Ampuh Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat

Perawatan Kulit yang Ampuh Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat

Munculnya jerawat bukan hanya bikin resah saat muncul, tapi juga seringnya meninggalkan bekas di wajah. Dan akibatnya, lubang alias bopeng ini membuat Anda jadi tidak percaya diri untuk pergi ke luar rumah. Dan lantas, adakah cara menghilangkan bopeng bekas jerawat yang ampuh? Simak informasinya berikut ini.

Cara ampuh menghilangkan bopeng bekas jerawat

Dan memang tidak mudah untuk menyamarkan atau menghilangkan bopeng bekas jerawat. Dan terlebih jika Anda hanya mengandalkan obat jerawat atau skin care pribadi tanpa melakukan perawatan kulit lainnya.

Dan ya, kunci pentingnya adalah Anda membutuhkan perawatan kulit yang aman dan dilakukan oleh dokter kulit yang tersertifikat. Tujuannya agar masalah kulit yang Anda alami ini dapat pulih lebih cepat dan terhindar dari kerusakan yang berulang.

Meskipun tidak dapat menutupi bopeng bekas jerawat 100 persen, namun cara ini sedikit banyak bisa membantu menyamarkannya.

Dibawah ini berbagai cara menghilangkan bekas jerawat yang bisa Anda pilih, yaitu :

1. Dermabrasi dan mikrodermabrasi

Untuk dermabrasi adalah salah satu cara paling ampuh untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat. Para dokter atau ahli kecantikan biasanya menggunakan sejenis kawat kecil halus yang berputar untuk mengangkat lapisan atas kulit secara lebih dalam.

Dan selama masa pemulihan, akan tumbuh lapisan kulit baru yang lebih halus untuk menggantikan kulit yang rusak akibat bopeng. Namun, efeknya tidak terlihat instan karena biasanya membutuhkan 10 hari sampai 3 minggu.

Selain dermabrasi, ada juga mikrodermabrasi. Yang membedakannya, mikrodermabrasi menggunakan butiran kristal bikarbonat atau aluminium oksida untuk mengangkat lapisan terluar kulit yang rusak. Pada cara ini ampuh digunakan untuk menyamarkan bopeng bekas jerawat yang kecil dan tidak terlalu dalam.

2. Chemical peeling

Pengertian chemical peeling adalah prosedur pengangkatan sel kulit mati dengan menggunakan krim khusus berbahan dasar kimia. Jikalah dilakukan secara teratur, cara ini bisa membantu mengurangi jaringan parut dan bahkan menghilangkan bopeng bekas jerawat.

Dan penting untuk dicatat bahwa chemical peeling harus dilakukan di tempat praktik dokter kulit (dermatolog) agar membuahkan hasil yang maksimal sekaligus menghindari risikonya. Pada pasalnya, kulit wajah Anda rentan mengalami kemerahan dan pengelupasan selama beberapa hari setelahnya.

3. Laser resurfacing

Dan sama seperti dermabrasi dan chemical peeling, prosedur laser resurfacing alias laser wajah ini dilakukan dengan menghilangkan lapisan atas kulit (epidermis) sekaligus mengencangkan lapisan tengah kulit (dermis). Tapi bedanya, perawatan laser menjanjikan waktu penyembuhan yang lebih cepat daripada jenis perawatan kulit bopeng lainnya.

Untuk laser wajah ini juga bermanfaat untuk merangsang regenerasi kulit pada bekas jerawat. Dan syaratnya, Anda harus benar-benar menjaga area wajah yang ditutupi perban selama 3-10 hari agar kulit pulih sepenuhnya.

4. Derma filler

Untuk sederhananya, derma filler dilakukan dengan mengisi atau menambal bagian kulit yang berlubang. Untuk derma filler adalah prosedur penyuntikan wajah untuk mengangkat luka bopeng supaya ketinggiannya rata dengan area kulit lainnya.

Untuk bahan yang digunakan untuk suntik filler di wajah biasanya berupa kolagen, lemak Anda sendiri, atau bahan lainnya seperti asam hialuronat. Sebab efeknya tidak bertahan lama, cara ini harus dilakukan secara berulang kali dengan jarak 6 sampai 18 bulan supaya hasilnya maksimal.

5. Microneedling

Jika untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat, Anda bisa melakukan microneedling. Dan sama seperti namanya, teknik ini menggunakan rol kecil berisi jarum-jarum halus yang ditusukkan ke kulit untuk membantu mengurangi kedalaman bekas jerawat.

Microneedling sering disebut terapi induksi kolagen. Karena pasalnya, jenis perawatan kulit ini dapat merangsang pembentukan lebih banyak kolagen untuk mengisi lekukan atau bopeng pada wajah.

Menurut American Academy of Dermatology, perawatan ini membutuhkan waktu yang cukup lama hingga 9 bulan untuk melihat perubahannya. Meskilah terdengar menyeramkan, cara ini justru aman untuk semua jenis dan warna kulit, lho.

6. Cangkok kulit wajah

Kamu mungkin baru mendengar jenis perawatan kulit yang satu ini. Memang, pencangkokan kulit wajah bukan hal yang mustahil untuk dilakukan, lho.

Para dokter akan mengambil sepotong kecil jaringan kulit normal untuk mengisi kekosongan atau bopeng di wajah. Dan kulit yang diambil biasanya berasal dari kulit di belakang telinga Anda.

Yang selain membantu menghilangkan bopeng bekas jerawat, teknik ini juga dapat digunakan sebagai perawatan lanjutan setelah dermabrasi jika teknik tersebut meninggalkan efek lubang pada kulit wajah.

7. Krim untuk bopeng bekas jerawat

Kamu mungkin tidak ingin merogoh kocek dalam-dalam untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat dengan perawatan mahal. Dan pada akhirnya, Anda lebih memilih untuk menggunakan krim yang dijual bebas atau dari dokter yang harganya lebih terjangkau.

Ada kabar baiknya, krim yang dijual di apotek memang bisa Anda andalkan untuk menyamarkan bopeng bekas jerawat. Hanya saja, krim ini harus digunakan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun supaya hasilnya lebih maksimal.

Dan itulah kenapa, penting bagi Anda untuk memilih jenis krim yang cocok dengan tipe kulit dan aman untuk menghilangkan bopeng bekas jerawat dengan aman. Maka sebaiknya, pilihlah krim yang berkhasiat untuk menenangkan iritasi kulit dan mempercepat regenerasi kulit, terutama yang mengandung Centella Asiatica.

Pengertian centella Asiatica adalah sejenis tanaman herbal yang telah lama digunakan sebagai obat berbagai masalah kulit. Karena pada pasalnya, tanaman ini mengandung beberapa senyawa aktif, di antaranya asiaticoside, madecassoside, asiatic, dan madecassic acid, yang dapat membantu meredakan iritasi dan memperbaiki lapisan epidermis kulit yang rusak.

8. Pijat wajah

Pada pijat wajah sebenarnya tidak secara langsung menghilangkan bekas jerawat bopeng. Dan akan tetapi, metode pemijatan ini dapat melengkapi terapi bekas jerawat lain yang sudah Anda gunakan. Pada pijat wajah dianggap dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan sirkulasi kulit.

Pada pijat wajah cenderung aman dan tidak memiliki efek samping, tetapi keampuhannya sebagai cara menghilangkan bopeng bekas jerawat memang tidak bisa dijamin.

9. Lapisan laser ablatif

Ini adalah metode paling invasif dari perawatan laser. Untuk metode perawatan ini bekerja dengan menghilangkan lapisan tipis kulit Anda. Metode ini biasanya membutuhkan satu hingga dua minggu untuk  perawatan medis dan pemulihan. Hasil dari metode ini bisa bertahan selama bertahun-tahun tanpa perawatan tambahan lainnya.

Jika menggunakan pelapisan dari laser ablatif ini namun memiliki beberapa risiko, seperti adanya perubahan warna kulit, jadi kemerahan, dan pembengkakan. Maka itu, Anda perlu konsultasi terlebih dahulu pada dokter kulit.

10. Laser fraksional

Untuk perawatan lainnya yang bisa jadi cara menghilangkan bopeng bekas jerawat adalah terapi dengan laser. Untuk terapi laser fraksional bertujuan untuk merangsang regenerasi pada bekas luka itu sendiri. Untuk sinar laser akan diarahkan ke jaringan parut dari bagian bekas luka yang bopeng.

Untuk laser ini akan membakar lapisan luar kulit yang bopeng dan menstimulasi pertumbuhan sel baru. Dan setelah melakukan laser ini bopeng akan terlihat lebih samar.

Selain itu, bahan aktif tersebut juga dapat membantu melembapkan kulit. Dan alhasil, kulit Anda jadi lebih kenyal, halus, dan sehat.


 

Pengobatan Jerawat Secara Medis


Pengobatan Jerawat Secara Medis

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang pengobatan jerawat dan perawatan lanjutan yang sebaiknya dilakukan untuk kulit berjerawat. Pada artikel sebelumnya, saya sudah menjelaskan tentang definisi jerawat, penyebab, dan proses terjadinya jerawat. Daripada penasaran, yuk kita simak lebih lanjut penjelasan di bawah ini!

Apa tujuan pengobatan jerawat ?

Tujuan pengobatan jerawat adalah membuka sumbatan pada pori, mengurangi produksi sebum, dan menghilangkan koloni bakteri.

Sesuai dengan proses terjadinya jerawat yang sudah dibahas sebelumnya, maka cara mengobati jerawat disesuaikan dengan proses-proses tersebut.

1. Menormalkan proses keratinisasi/eksfoliasi

   Langkah pertama untuk mengontrol jerawat adalah dengan mencegah keratinosit (sel kulit mati) agar tidak menggumpal. Hal ini dapat dicapai dengan penggunaan retinoid. Retinoid juga dapat menghilangkan komedo dan mencegah munculnya komedo baru. Tretinoin dijadikan terapi awal jerawat karena membantu membuka sumbatan pori dan membantu agar antibiotik dapat menembus pori.
  Pasien dengan jerawat kistik atau yang tidak respon dengan pengobatan lain dapat diberikan retinoid oral, seperti isotretinoin. Golongan obat ini merupakan satu-satunya yang dapat menormalkan proses keratinisasi dan mengurangi kerja kelenjar sebasea. Bahkan produksi sebum dapat berkurang hanya dalam waktu 2 minggu setelah pengobatan. Namun perlu diingat bahwa golongan ini bersifat teratogenik (dapat menyebabkan cacat janin), sehingga tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil.


2. Membasmi/mengurangi bakteri P.acnes

   Antibiotik atau benzoyl peroxide mengurangi populasi bakteri sehingga respon peradangan akan berkurang. Antibiotik yang sering digunakan adalah erythromycin dan clindamycin. Benzoyl peroxide membunuh bakteri dengan menghasilkan radikal bebas pada folikel rambut, sehingga dapat juga mempercepat penuaan kulit. Sodium sulfacetamide dan sulfur juga digunakan sebagai antibakteri.

3. Membersihkan kotoran yang menyumbat pori

   Bahan komedolitik, seperti asam salisilat (BHA) dan AHA, bekerja mengurangi sumbatan pori. BHA lebih efektif mengurangi jumlah komedo daripada AHA. Selain menggunakan 2 bahan tersebut, dapat juga dilakukan ekstraksi komedo untuk membersihkan sumbatan pori.

4. Melawan respon peradangan

  Penggunaan produk antiradang, seperti asam salisilat, merupakan cara yang efektif untuk mengurangi jerawat. Obat antiradang steroid, baik injeksi maupun topikal (oles), menyimpan efek samping yang cukup serius, seperti steroid acne. Namun pada kondisi tertentu seperti jerawat kistik yang parah dan scarring, steroid oral atapun suntikan pada jerawat dapat diberikan. Penggunaan peeling BHA juga dapat dilakukan.

5. Mengurangi kadar sebum

  Penggunaan retinoid dapat mengurangi aktivitas kelenjar sebasea. Selain itu, penggunaan kontrasepsi oral (pil KB) dapat membantu menstabilkan hormon pada wanita.

Sedangkan bila ditinjau dari derajat keparahannya, terdapat beberapa klasifikasi jerawat, yaituv:

Jerawat ringan: <20 komedo, atau <15 lesi radang, atau total lesi <30 buah.
Jerawat sedang: 20-100 komedo, atau 15-50 lesi radang, atau total lesi 30-125 buah.
Jerawat berat: >5 kista, atau komedo >100, atay lesi radang >50, atau total lesi >125 buah.

Berdasarkan pembagian tersebut, ada terapi khusus pada tiap-tiap derajat :

a. Jerawat Ringan
- Antibiotik topikal (oles) yaitu clindamycin dan erythromycin.
- Gel benzoyl peroxide
- Retinoid topikal
Proses pengobatan dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan.

b. Jerawat Sedang
Pengobatannya sama dengan jerawat ringan, hanya saja ditambahkan antibiotik oral (minum), yang dapat diberikan adalah minocycline atau doxycycline. Pada wanita, kadang dapat diberikan estrogen oral dan progesteron (contohnya pil KB) untuk mengontrol jerawat. Pada jerawat yang cukup besar dan meradang, dapat diberikan suntikan steroid langsung pada jerawat.

c. Jerawat Parah
Selain terapi topikal di atas, ditambahkan isotretinoin oral untuk jerawat kistik atau tipe konglobata (sangat parah) atau jerawat yang bandel walaupun sudah diobati sebelumnya. Retinoid berfungsi menghambat kelenjar sebasea dan proses keratinisasi. Sebagian besar pasien yang diobati dengan isotretinoin dapat sembuh sempurna.

Nah, setelah menyimak cara mengatasi jerawat, berikut saya akan menjelaskan prinsip dasar perawatan wajah berjerawat.

Perawatan untuk kulit berjerawat

Pagi
1. Mencuci wajah dengan pembersih lembut yang mengandung 2% asam salisilat.
2. Mengoleskan antibiotik atau azelaic acid.
3. Mengoleskan sunscreen SPF 45 dan krim pelembab (jika kulit terlalu berminyak, pilihlah lotion atau gel).

Malam
1. Mencuci wajah dengan pembersih asam salisilat yang sama dengan perawatan pagi.
2. Mengoleskan retinoid topikal.
Dokter dapat menambahan peeling asam salisilat, antibiotik oral, retinoid oral, ataupun pil kontrasepsi (tergantung kondisi kulit masing-masing).

6. Ada perawatan wajah untuk meregenerasi kulit dan menghilangkan bekas jerawat.

Untuk kamu yang pingin benar-benar terbebas dari si bekas jerawat bisa coba cara medis yang satu ini. Menurut kimia merupakan salah satu pengobatan bekas jerawat yang bisa kamu dapatkan di klinik kecantikan. Untuk biasanya dokter akan memberikan sapuan bahan kimia ini pada wajah terutama di area sekitar bekas jerawat.

Untuk pengobatan ini bisa mengurangi si jerawat dangkal karena proses inflamasi atau hiper pigmentasi di sekeliling jerawat yang telah sembuh. Namun, untuk kulit yang sensitif terkadang akan menjadi memerah dan mengelupas selama beberapa hari. Dan dengan melakukan perawatan kulit ini secara rutin, bekas jerawat dijamin bisa berkurang.

7. Dan lewat satu kali perawatan dermabrasi, dijamin bekas jerawat di mukamu akan langsung pergi.

Untuk dermabrasi merupakan proses operasi demi bisa mengangkat jaringan kulit luar yang memiliki bekas jerawat. Namun, jangan khawatir dulu karena ini hanya proses operasi kecil yang bisa selesai hanya dengan hitungan menit hingga satu jam. Dan biasanya pula hanya membutuhkan satu kali perawatan saja kecuali bekas luka yang dimiliki cukup dalam.

Dan daerah yang akan diobati diberi bius lokal oleh dokter ahli sehingga kamu tak akan merasakan sakit. Selanjutnya, dokter akan mengikis kulit yang merupakan bekas dari jerawat menggunakan sikat khusus yang diberi nama dermabrator. Biasanya setelah menjalani operasi, wajah akan bengkak dan memerah. Gak papa kok, karena biasanya dalam waktu satu hingga dua minggu akan sembuh dan bisa kembali normal. Untuk perawatan yang satu ini cocok untukmu yang memiliki bekas jerawat berbentuk parut, bopeng, maupun berlubang. Berminat?

Perawatan jerawat memang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Tidak ada hasil yang instant. Jika kondisi jerawat sudah terlalu berat, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar segera mendapat terapi secepatnya. Terapi yang terlambat akan memperbesar risiko terjadinya scar permanen yang susah dihilangkan.

Selain pengobatan dari dokter, alangkah baiknya jika dibantu dengan perbaikan kebiasaan sehari-hari, seperti mencuci muka dengan benar, mengurangi pemakaian kosmetik yang dapat menyumbat pori, tidak sering memegang kulit wajah terutama jika tangan dalam kondisi kotor, serta menghindari stress. Kondisi kulit yang prima dapat dibantu dengan asupan makanan yang seimbang. Perbanyaklah konsumsi buah dan sayuran serta minum air putih yang cukup.
Di artikel berikutnya saya akan menjelaskan lebih jauh tentang luka bekas jerawat. Jadi, stay tune ya di blog ini. Sampai jumpa, semoga bermanfaat. ?

Pendapat Saya : The Saem 99% Jeju Fresh Aloe Soothing Gel


Halo semua !
Setelah sekian lama ingin coba bikin review skincare, akhirnya jadi juga review produk pertamaku. Kalau aku suka banget pakai produk aloe vera, sejak keracunan produk aloe vera-nya Nature Republic. Aloe vera gel mempunyai banyak manfaat. Dan untuk tanaman berduri ini sudah dimanfaatkan sejak berabad-abad lalu, dan sekarang dipakai luas dalam bidang dermatologi.

Tentunya Aloe vera punya banyak manfaat, antara lain antiinflamasi, moisturizing, antiseptik, antiaging, dan mempercepat penyembuhan luka. Dan semua manfaat ini didapat dari banyaknya kandungan bahan aktif yang terkandung dalam aloe vera. Tidak nanggung-nanggung, ada sekitar 75 bahan aktif di dalam tanaman yang punya nama latin Aloe barbadensis ini.

Baik, untuk posting skincare pertamaku, aku mau bahas tentang produk dari The Saem, yaitu The Saem 99% Jeju Fresh Aloe Soothing Gel. Dalam produk ini digadang-gadang sebagai pesaing aloe vera Nature Republic, karena selain kandungan aloe veranya yang lebih banyak yaitu 99% (Nature Republic hanya 92%), produk dari The Saem ini juga bebas alkohol.

Aku membelinya seharga Rp 107.000 di sebuah marketplace di Indonesia. Merekalah menjamin keaslian produk ini, karena dibeli langsung di counter The Saem. Menurutku harga segitu murah banget untuk produk sebanyak ini. Totally worth to buy.

Selain itu produk ini multifungsi banget. Bisa digunakan sebagai pelembab untuk wajah, badan, menyuburkan rambut (baik rambut kepala ataupun rambut alis), sebagai vitamin kuku, dan berbagai manfaat lain yang gak bisa kusebutkan satu persatu.

Kemasan

Kemasannya jar berwarna hijau yang transparan. Ukurannya cukup besar dan isinya banyak banget, 300 mL. Di belakang kemasan terdapat expired date dan keterangan produk dalam bahasa Korea, Inggris, dan Indonesia. Dengan kemasan seperti ini, tentu saja gak travel-friendly banget. Akhirnya aku memindahkannya ke pot kecil untuk penggunaan sehari-hari dan dibawa bepergian.
Namun sebelum dibuka, aloe vera ini dibungkus plastik tipis untuk menjaga keutuhan kemasannya.

Jika setelah membuka tutupnya, ada lid yang memisahkan dan menahan agar gelnya tidak keluar. Sayang banget produk ini tidak memberikan spatula, alhasil aku pakai sendok bersih dan kering untuk memindahkan isinya ke pot kecil.

Komposisi

Terdapat satu hal yang menarik perhatianku untuk mencoba produk ini adalah tentu saja komposisi aloe veranya yang 99%! Yah walaupun kadang masih agak mikir-mikir juga, apa betul 99%? Artinya bahan campuran lainnya cuma 1% doang? hmm well let's try..

Ingredients:

Yaitu Aloe barbadensis leaf extract, glycerin, portulaca oleracea extract, ocimum basilicum (basil) leaf extract, origanum vulgare leaf extract, salvia officinalis (sage) leaf extract, mentha viridis (spearmint) extract, melissa officinalis extract, saccharomyces/caragana scinica root ferment extract, simmondsia chinensis (jojoba) seed extract, hippophae rhamnoides extract, juglans regia (walnut) seed extract, persea gratissima (avocado) fruit extract, chamomilla recutita (matricaria) leaf extract, urtica dioica (nettle) itu extract, cnidium officinale root extract, angelica dahurica root extract, asarum sieboldi root extract, morus alba root extract, eclipta prostrata extract, polysorbate 20, carbomer, phenoxyethanol, chlorphenesin, potassium hydroxide, disodium EDTA, betaine, butylene glycol, perfume.

Aloe barbadensis leaf extract berada di urutan pertama dari daftar komposisi. Dan artinya memang bahan utama produk ini adalah aloe vera. Kemudian diikuti glycerin yang berfungsi sebagai emollient.

Jika dilihat banyak banget ya plant extract yang digunakan pada produk ini, jadi aku gak akan menjelaskannya satu persatu. Secara umum, plant extract tersebut berfungsi sebagai antiinflammatory, antioxidant, moisturizer, dan astringent. Bahan-bahan campuran lain seperti preservatives dan perfume masih tergolong aman untuk kulit kita. Untuk penjelasan lengkapnya bisa dilihat di sini.

Tekstur

Produk ini teksturnya gel bening yang wanginya segar dan tidak menyengat. Pada saat diaplikasikan ke kulit, terasa ada sensasi soothing dan sejuk. Dan menurutku pemakaian gel ini akan lebih mantap kalau dimasukkan ke kulkas terlebih dahulu, jadi sensasi dinginnya benar-benar terasa??

Swatch

Gel ini terasa ringan dan cepat menyerap. Setelah dioleskan, kulit terasa lembab dan halus, tidak terasa lengket sama sekali. Produk ini biasa kugunakan di wajah untuk pelembab di pagi hari, selain itu juga kugunakan sebagai masker. Pas banget di cuaca yang panas begini, ademmmm banget.

Thoughts

Ada banyak yang bilang kalau produk ini lebih bagus daripada Nature Republic, karena kandungan aloe veranya lebih banyak dan no alcohol, sehingga aman untuk kulit sensitif. Saya sudah menggunakan aloe vera dari The Saem ini selama 3 minggu lebih. Sejujurnya aku kecewa dengan hasilnya di kulitku. Kulitku memang jadi sejuk dan lembab, seperti penggunaan moisturizer pada umumnya. Teksturnya yang ringan tidak menambah minyak di wajahku. Namun produk ini malah menimbulkan jerawat kistik yang susah banget hilangnya, selain itu lokasinya juga bukan di tempat yang biasa berjerawat ??. Jadi kuputuskan aku mengalami breakout yang cukup parah setelah menggunakan produk ini.

Untuk redness, pori-pori, dan komedo, tidak tampak perubahan yang berarti. Jerawat yang sudah ada juga tidak lebih cepat kering. Saya berharap lebih pada produk ini, karena sebelumnya aku menggunakan aloe vera dari Nature Republic dan jerawatku cenderung mereda. Saya pikir dengan kandungan aloe vera yang 99%, seharusnya lebih ampuh dalam mengatasi jerawat di wajahku, tapi hasilnya malah sebaliknya.

Conclusion

Pros

  • Harganya murah, isinya banyak
  • Tekstur gel ringan, cepat menyerap dan tidak lengket
  • Melembabkan tanpa membuat wajah berminyak
  • Multifungsi

Cons

  • Kemasan besar dan gak travel-friendly
  • Kurang higienis karena tidak ada spatula
  • Menimbulkan breakout di wajahku ??
  • Repurchase? Absolutely no ??

Dan begitulah pengalamanku menggunakan The Saem 99% Jeju Fresh Aloe Soothing Gel. Perlu diingat bahwa kondisi kulit masing-masing orang berbeda. Jadi bisa saja produk ini cocok di kulitmu.

Pendapat Saya

Jikamenurut aku sendiri, aloe vera gel ini sama seperti aloe vera pada umumnya (?). Sayalah belum cerita ya, kalau aku pernah nyobain aloe vera punya nya Nature Republic selama 2 minggu-an, minta punya temenku. hehehe. Dan untuk menurut aku sendiri sih, nggak jauh beda dari punya nya NatRep, tapi mungkin dia ini lebih cepet keringnya daripada punyanya NatRep. Tidak sampai 15 menit dia udah langsung meresap dikulit wajah gitu. Baunya juga nggak terlalu kuat jadi enak banget dipakai.

Tidak lama setelah aku pakai aloe vera gel ini rutin setiap malem menjelang tidur, perlahan-lahan jerawat yang ada dipipi kanan-kiri dan dahi secara perlahan menghilang. Dan bahkan perasaanku juga nih ya, noda hitam bekas jerawat juga berangsung hilang, tapi emang nggak cepet sih.  Dan sekarang kulit wajah aku, sudah sangat lebih jauh dari sebelumnya yang kayak aku bilang tadi. Untuk Jerawat sih kadang masih tetap muncul tapi nggak banyak dan bergerombol. hehehe.
Pokok yang mau menghilangkan jerawat nggak ada salahnya nyoba aloe vera gel ini.

Sekian review kali ini, semoga bermanfaat! ???

 

Semua Tentang Jerawat

A. Tentang Jerawat

Jerawat adalah suatu kondisi di mana pori-pori kulit menjadi tersumbat yang menyebabkan kantung pus yang meradang. Jerawat adalah penyakit kulit yang memiliki banyak penderita. Kligmann, seorang peneliti masalah jerawat terkenal di dunia, mengatakan, "Tidak ada seorang pun di dunia ini yang telah melewatkan hidupnya tanpa jerawat di kulitnya." Kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormonal yang menstimulasi kelenjar minyak di kulit. Terdapat perubahan hormonal lain yang dapat memicu jerawat adalah menstruasi, kehamilan, penggunaan pil KB, dan stres.
B. Penyebab Jerawat

1. Produksi minyak yang berlebihan

             Jerawat tidak selalu muncul karena kotor, tetapi lebih karena faktor dari tubuh. Jerawat adalah kondisi abnormal kulit karena gangguan yang berlebihan dalam produksi kelenjar minyak (sebaceus gland) yang menyebabkan penyumbatan folikel rambut dan pori-pori kulit. Penyebab paling sering jerawat adalah hormon, setumpuk minyak atau sebum pada kulit yang berkolaborasi dengan bakteri untuk membentuk jerawat

2. Sel kulit mati

           Umumnya, jerawat disebabkan oleh kelenjar minyak yang berlebihan karena secara aktif diproduksi oleh hormon androgen. Jerawat terjadi karena kelenjar minyak berlebih bercampur dengan sel kulit mati. Ketika sel-sel kulit bercampur dengan jumlah debu atau kotoran yang telah meningkat, campuran yang tebal dan lengket dapat membentuk penyumbatan yang menjadi jerawat. Banyak yang berpikir bahwa jerawat hanya menyerang wajah, tetapi jerawat juga dapat menyerang bagian tubuh yang lain, seperti punggung, dada dan lengan atas.

3. Bakteri

           Apa yang membuat masalah lebih rumit, bakteri biasanya hadir di kulit, yang disebut P. jerawat, yang cenderung berkembang biak di kelenjar sebaceous yang tersumbat, yang menghasilkan zat-zat menjengkelkan di daerah sekitarnya. Kelenjar terus membengkak, dan bisa pecah, kemudian menyebar peradangan ke kulit daerah sekitarnya. Inilah yang menyebabkan jenis pecahan karang yang paling mungkin, yaitu meninggalkan pigmentasi dan bekas luka jangka panjang seperti cacar permanen.

4. Kosmetik

           Penyumbatan pori-pori sering terjadi dengan penggunaan kosmetik yang mengandung banyak minyak atau penggunaan bedak yang menyatu dengan foundation yang biasanya digunakan oleh para wanita. Foundation yang terkandung dalam bedak menyebabkan bedak untuk menyumbat pori-pori sehingga dengan mudah menyebabkan jerawat

5. Obat-obatan

           Konsumsi obat kortikosteroid, baik oral (minum obat-obatan) dan topical (obat topikal), yang menghasilkan penurunan sistem kekebalan tubuh, juga meningkatkan potensi jerawat untuk berkembang karena peningkatan aktivitas bakteri patogen.

6. Ponsel

       Permukaan ponsel dapat menjadi media yang subur untuk pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Untuk mencegah hal ini, bersihkan permukaan telepon secara teratur dengan alkohol, dan cobalah untuk tidak menempelkan telepon ke pipi saat menelepon.

7. Stres

         Sebenarnya, stres tidak secara langsung menyebabkan jerawat. Masalahnya adalah, ada hormon tertentu yang keluar ketika seseorang stres, yang memungkinkan tumbuhnya jerawat. Stres membuat orang tersebut memiliki pola makan yang cenderung mengonsumsi banyak makanan manis dan berlemak, karena "melarikan diri" dari stres yang menyebabkan jerawat.

Jenis jerawat

1. Komedo

         Komedo merupakan sebuah penyumbatan pada pori-pori, bisa dibuka atau ditutup. Buka komedo, terlihat seperti pori-pori yang membesar dan hitam. Komedo yang tertutup (whiteheads) memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil. Jerawat komedo jenis ini disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit.

2. Papula

         Jenis jerawat ini mudah diketahui, tonjolan kecil berwarna merah jambu atau kemerahan. Terjadi karena pori-pori tersumbat yang terinfeksi oleh bakteri propionibacterium jerawat. Bakteri ini biasanya hidup di dalam saluran kelenjar sebasea yang tersumbat, di daerah-daerah di mana asam lemak terdapat dalam kantung kelenjar sebaceous yang tersembunyi di pori-pori kulit. Ini disebut propionibacterium karena mampu menghasilkan asam propionat. Bakteri ini merupakan jenis anaerobik sehingga dapat hidup tanpa membutuhkan oksigen, dan memiliki karakteristik aerotoleran yang menyebabkan iritasi pada daerah sekitarnya. Bakteri yang menginfeksi dapat berasal dari kain lap, kuas makeup, jari, serta telepon. Stres, hormon, dan udara lembab dapat meningkatkan kemungkinan pembentukan jerawat.

3. Jerawat batu

Jerawat kistik atau jerawat batu adalah jerawat besar, dengan peradangan parah, berkumpul di seluruh wajah. Penderita jerawat kistik biasanya juga memiliki kerabat dekat yang menderita jenis jerawat ini. Secara genetik penderitanya memiliki :

a.  Kelenjar minyak yang terlalu aktif yang menyumbat pori-pori dengan kelenjar minyak,

b. Pertumbuhan abnormal sel-sel kulit yang tidak dapat beregenerasi secepat kulit normal

c. Memiliki respon berlebihan terhadap peradangan yang meninggalkan bekas di kulit

Pemicu Timbulnya Jerawat

Bakteri P. jerawat hidup di dalam folikel dan kelenjar keringat yang jauh dari permukaan kulit. Dalam folikel, bakteri P. jerawat menggunakan sebum, sisa-sisa sel mati dan produk sampingan metabolik dari jaringan kulit di sekitarnya sebagai sumber energi utama mereka. Peningkatan produksi sebum yang dipicu oleh kelenjar minyak yang terlalu aktif atau penyumbatan folikel dapat menggandakan jumlah bakteri P. jerawat.

Bakteri P. jerawat mengeluarkan banyak protein, termasuk beberapa enzim pencernaan. Enzim ini digunakan untuk mencerna sebum dan nutrisi lainnya dapat mengguncang lapisan sel yang membentuk dinding folikel. Kerusakan pada tingkat sel, sisa-sisa metabolisme dan sisa-sisa bakteri yang dihasilkan oleh P. pertumbuhan jerawat di folikel dapat memicu peradangan yang menyebabkan folikulitis dan jerawat.

Efek jerawat

Orang-orang dari segala usia bisa mendapatkan jerawat, meskipun lebih sering jerawat terjadi pada remaja. Jerawat dapat mempengaruhi orang secara fisik, psikologis, dan sosial pada sesorang. Berikut ini merupakan efek yang ditimbulkan oleh jerawat.

1. Efek fisik

        Jerawat menyebabkan jaringan parut, dan jerawat pustular bisa sangat menyakitkan dan sensitif. begitu juga pada kulit wajah, jerawat cenderung meninggalkan bekas luka kemerahan bahkan menghitam menimbulkan noda yang sangat mengganggu penampilan wajah anda.

2. Efek psikologis

          Orang yang menderita kasus jerawat yang parah, terutama remaja, dapat mengembangkan harga diri yang rendah yang dapat menyebabkan depresi untuk memfasilitasi pertumbuhan jerawat mereka cenderung merasa malu karena kulit wajah mereka tidak halus karena efek yang ditimbulkan dari jerawat itu sendiri.

3. Efek sosial

          Masalah harga diri yang rendah dapat membuat seseorang menderita jerawat menarik diri dari banyak kegiatan sosial. Itu membuat perkembangan hubungan pribadi baru (terutama hubungan cinta) lebih sulit. Harga diri yang rendah juga dapat menyebabkan masalah dengan kemajuan karier karena orang tersebut mungkin merasa sulit untuk menyajikan sikap positif.

Perawatan jerawat

Banyak barang yang dijual untuk mengobati jerawat, yang paling populer adalah benzoyl peroxide. Banyak dari hal-hal ini belum terbukti secara ilmiah untuk membantu jerawat. Namun, campuran perawatan komersial dan buatan sendiri dapat membantu mengobati jerawat karena berbagai alasan.

1. Membunuh bakteri yang tumbuh di folikel yang tersumbat. Ini dapat dilakukan dengan menelan antibiotik, atau dengan menempatkan antibiotik pada kulit. Antibiotik bertindak cepat dan merupakan cara ampuh untuk menghilangkan jerawat sementara.

2. Menghilangkan minyak pada kulit bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat yang mengandung Vitamin A. Accutane adalah nama perawatan paling terkenal yang menggunakan sejumlah besar vitamin A.

3. Menghilangkan sel-sel kulit mati dapat dilakukan dengan pengobatan dengan asam salisilat.

4. Diet. penelitian telah menunjukkan bahwa jerawat cukup langka pada mereka yang sedang menjalankan program diet.  Diet yang berbeda, dan makanan tertentu telah terbukti memperburuk jerawat.

Kebiasaan Buruk Yang Tak Disadari Membuat Jerawat Semakin Parah


Kebiasaan Buruk Yang Tak Disadari Membuat Jerawat Semakin Parah

Membasmi jerawat memang tidak mudah. Tetapi, produk perawatan wajah yang mahal saja tidak akan berhasil jika kebiasaan sehari-hari yang menjadi faktor penyebab jerawat masih juga Anda lakukan. Silahkan simak kebiasaan buruk  serta berbagai makanan penyebab jerawat apa saja yang harus dihindari, agar jerawat tak lagi muncul.

Terdapat berbagai kebiasaan penyebab jerawat makin meradang, yang mungkin tidak pernah Anda sadari

1. Menyentuh Wajah Anda Dengan Tangan Kotor

Inilah penyebab jerawat yang paling sering dilakukan oleh banyak orang. Bakteri dan berbagai kotoran yang menempel di tangan Anda dapat menempel pada kulit dan menyumbat pori-pori yang membuat kulit Anda rentan terhadap jerawat.

Selain kebiasaan menyentuh wajah Anda dengan tangan kotor, benda-benda yang menempel di wajah Anda seperti ponsel, perangkat make-up, bahkan keringat bisa memicu tumbuhnya jerawat.

Untuk mengurangi pertumbuhan jerawat, kurangi kebiasaan menyentuh wajah atau menggunakan tisu yang bersih saat menyentuh jerawat. Selalu potong kuku atau selalu bersih jika Anda ingin memiliki kuku yang panjang. Jangan lupa menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan secara teratur.

Lebih baik membersihkan hal-hal yang sering Anda gunakan sehari-hari seperti ponsel, alat rias, handuk, dan tisu wajah secara teratur agar tidak menjadi sarang bakteri yang dapat membuat wajah Anda lebih banyak jerawat.

2. Rambut Kotor

Tidak semua orang mencuci rambut setiap hari. Terlepas dari seberapa sering Anda menggunakan mencuci rambut menggunakan sampo, penting bagi Anda untuk mencuci rambut secara teratur. Terutama jika Anda adalah salah satu dari orang-orang dengan rambut panjang dan poni yang tipis. Pasalnya, jarang keramas selain membuat rambut Anda menjadi bau dan lemas juga bisa menyebabkan kotoran pada rambut menempel ke wajah. Akibatnya, kulit Anda menjadi berjerawat.

3. Terlalu Sering Berganti Obat Jerawat

Perawatan wajah untuk mengobati jerawat membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum akhirnya menunjukkan hasil. Biasanya tidak ada perubahan drastis pada jerawat dalam seminggu. Jadi jangan buru-buru mengganti obat jerawat jika efeknya belum terlihat. Perawatan jerawat bisa memakan waktu satu bulan atau lebih sebelum hasilnya terlihat.

4. Terlalu Sering Mencuci Muka 

Salah satu kunci untuk memiliki kulit bebas jerawat adalah menjaga kebersihan wajah. Karena itu Anda harus menjaga kebersihan dengan sering mencuci muka. Namun, mencuci wajah Anda terlalu sering dapat memicu timbulnya jerawat. Masalahnya adalah mencuci wajah dapat mengiritasi kulit dan menjadikan wajah lebih sensitif, karena wajah sebenarnya menghasilkan minyak untuk melembabkan dan melindungi wajah. Selain itu, mencuci wajah Anda berkali-kali dengan sabun dapat menyebabkan jerawat detergicans, suatu kondisi di mana jerawat muncul dari reaksi terhadap zat yang terkandung dalam sabun atau pembersih

Bahan kimia dalam cairan pembersih wajah juga dapat membunuh bakteri baik yang secara alami melindungi kulit wajah dari bakteri jahat. Ini karena cairan pembersih atau sabun wajah tertentu tidak dapat membedakan bakteri mana yang baik dan bakteri jahat.

Karena itu, salah jika Anda terlalu sering mencuci wajah untuk membersihkan jerawat. Cukup cuci muka dua kali sehari dengan air dan sabun yang sesuai dengan kondisi kulit Anda. Jika wajah Anda pustular, hindari menggunakan facial scrub yang bahkan dapat mengiritasi.

5. Cara Mencuci Muka Tidak Benar

Sudah menggunakan segudang produk pembersih wajah, tetapi wajah masih terasa kurang bersih dan jerawat justru menambah banyak? Anda mungkin tidak mencuci muka dengan benar. Jumlah produk pembersih wajah yang digunakan sebenarnya bukan jaminan untuk mendapatkan wajah bersih dan bebas dari kotoran dan jerawat.

Pastikan Anda selalu mencuci tangan dengan bersih sebelum mencuci muka. Bagi Anda yang memiliki rambut panjang atau poni, ada baiknya untuk mengikat rambut terlebih dahulu sebelum mencuci muka. Setelah itu, jika Anda menggunakan riasan, maka bersihkan riasan terlebih dahulu dengan menggunakan pembersih khusus sesuai dengan jenis kulit. Nah, kemudian pergi ke tahap mencuci muka Anda. Gunakan sabun pemutih sesuai dengan jenis kulit Anda.

Jika Anda mencuci muka menggunakan handuk atau kain, perhatikan kebersihannya. Bakteri pada handuk akan berpindah ke wajah dan menyebabkan jerawat. Biarkan wajah kering dengan sendirinya atau tepuk wajah dengan handuk bersih.

6. Sering Menyentuh dan Meremas Jerawat

Meremas jerawat tidak akan menghilangkannya, tetapi malah menyebabkan kerusakan dan bekas jerawat pada kulit. Bahkan, banyak dokter kulit mengatakan bahwa Anda bahkan tidak dapat memeras jerawat - Anda dapat melukai kulit Anda jika Anda meremas jerawat. Ketika Anda meremas jerawat, Anda benar-benar akan melembutkan kulit, menyebabkan jaringan kulit menjadi rentan terhadap air mata.

7. Menggunakan Kosmetik Yang Salah

Pemilihan kosmetik yang tidak tepat dapat menyebabkan penyumbatan pori-pori dan akumulasi komedo. Inilah yang menyebabkan jerawat. Jika kulit Anda rentan terhadap jerawat, pilihlah jenis kosmetik yang secara khusus diberi label untuk kulit berminyak dan berjerawat. Juga pastikan pilihan kosmetik Anda memiliki label non-komomogenik yang tidak menyumbat pori-pori yang menyebabkan jerawat.

8. Menggunakan semprotan rambut atau minyak rambut

Penggunaan produk perawatan rambut bisa memicu timbulnya jerawat di dahi atau di sekitar garis rambut. Misalnya, minyak rambut atau semprotan rambut. Setelah Anda menyemprot atau mengaplikasikan produk ke rambut Anda, kemungkinan sisanya bisa mengenai kulit di sekitar dahi. Produk ini tidak dibuat untuk kulit wajah sehingga dapat menyebabkan penyumbatan pori-pori dan munculnya jerawat.

Jadi, gunakan cukup minyak rambut, jangan terlalu banyak. Kemudian, sesuaikan jarak penyemprotan hair spray dan tutup wajah Anda dengan tangan saat menyemprotnya sehingga tidak menyebabkan jerawat

9. Stres

Tanpa Anda sadari, berbagai tuntutan pekerjaan dan masalah pribadi dapat menyebabkan Anda stres. Berbagai penelitian menunjukkan stress menyebabkan berbagai penyakit termasuk jerawat. Ya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres dapat memicu jerawat menjadi lebih buruk. Stres bukan penyebab jerawat, tetapi bisa membuat jerawat bertambah buruk.

Ketika stres, kebiasaan buruk bisa menjadi lebih buruk dan dapat menyebabkan jerawat. Kebiasaan buruk termasuk merokok, minum alkohol, makan berlebihan, dan makan terlalu banyak gula. Makan banyak gula yang diproses dapat menyebabkan peningkatan insulin, sehingga peningkatan produksi minyak menyebabkan jerawat dan memperburuk kondisi jerawat.

10. Tekanan atau gesekan pada kulit

Menggunakan helm, bra, atau pad bahu bisa menyebabkan jerawat di tubuh menjadi lebih buruk. Jika Anda sedang berbicara di telepon, meletakkan ponsel Anda di pipi juga dapat menyebabkan jerawat muncul atau menjadi lebih buruk.

Meskipun penyebab jerawat masih belum diketahui. Tetapi beberapa faktor di atas bisa menjadi salah satu penyebab jerawat dan menjadi faktor yang membuat Anda lebih berisiko jerawatan. Bahkan hal-hal ini juga dapat memicu jerawat atau bahkan membuatnya lebih buruk.
Yang selain berbagai kebiasaan di atas, penyebab jerawat juga bisa dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari.

Jerawat : Jenis dan Cara Mengatasinya


Semua orang pastinya sudah tidak asing dengan jerawat. Sebuah masalah kulit yang kerap membuat semua orang merasa jengkel. Jerawat memang masalah kulit yang normal tetapi mengganggu. Apakah Anda tahu jenis jerawat apa yang biasanya Anda miliki ?

1. Jerawat Whiteheads 

Joel Schlessinger, MD, seorang dokter kulit menjelaskan, ini adalah jenis jerawat yang sering terjadi ketika lapisan tipis kulit menutupi pori-pori yang tersumbat dengan sel-sel mati atau kotoran, yang menciptakan benjolan putih bulat pada kulit yang merupakan penyebab awal dari jerawat Whiteheads. Penyebab jerawat whiteheads dapat bervariasi, tetapi yang paling umum adalah penumpukan minyak, sel kulit mati, dan perubahan hormonal.

Schlessinger mengingatkan Anda untuk menahan godaan untuk menekan jerawat whitehead ini, karena dapat menyebarkan bakteri yang menyebabkan jerawat menyebar dan bahkan dapat menyebabkan jaringan parut.

Cara terbaik untuk mengobati jerawat whiteheads adalah menjaga area sekitarnya bebas dari bakteri dan sel kulit mati. Kebanyakan komedo menghilang secara alami dalam waktu sekitar satu minggu. Tetapi jika whiteheads tidak hilang, Schlessinger merekomendasikan pembersihan di pagi dan malam hari dengan pembersih wajah yang mengandung salisilat dan asam glikolat.

2. Komedo

Komedo paling sering muncul di hidung. Komedo mirip dengan whiteheads tetapi hitam. Menurut komedo Schlessinger yang disebabkan oleh pori-pori tersumbat dan produksi minyak berlebihan karena perubahan hormonal. "Ketika jerawat whiteheads muncul dari lapisan kulit yang menutupi pori-pori, komedo ada karena mereka dibiarkan terbuka dan terkena udara, yang menyebabkan mereka terlihat hitam."

"Meskipun ekstraktor dapat digunakan untuk menghilangkan sumbatan yang menyebabkan komedo, ini harus dilakukan oleh para profesional perawatan kulit yang terlatih dan ahli kulit untuk menghindari penyebaran bakteri."Schlessinger merekomendasikan penggunaan retinol yang akan membantu mendorong pergantian sel dan mencegah pori-pori menyumbat sel kulit mati dan menyebabkan komedo.

3. Jerawat Zona T

Salah satu jenis jerawat yang lebih umum, yang cenderung muncul di dahi, hidung, dagu dalam formasi bentuk-T, biasanya disebabkan oleh polusi dan paling sering menghasilkan jerawat kepala kemerahan dan jerawat whitehead.

"Jerawat whiteheads biasanya ditemukan di area T-zone sehingga produk over-the-counter yang mengandung asam salisilat, benzoil peroksida dan retinoid membersihkan jerawat jenis ini," kata Dendy Engelman, MD, dokter kulit di Manhattan Dermatology and Cosmetic Surgery .

4. Jerawat hormonal

Jerawat ini, karena minyak yang berlebihan karena hormon. Akibatnya menyebabkan penumpukan, pori-pori tersumbat, dan menyebabkan lebih banyak jerawat. "Bagi wanita, kontrasepsi oral menyeimbangkan kadar hormon Anda dan pada dasarnya membersihkan kulit Anda - jika tidak, co-cyprindiol adalah perawatan hormonal yang dapat digunakan untuk jerawat yang lebih parah yang tidak merespon antibiotik."

5. Jerawat Pustular

Jerawat pustular adalah benjolan yang mengandung cairan atau nanah pada kulit yang merupakan hasil infeksi bakteri di pori-pori. "Meskipun tingkat keparahan bervariasi, tergantung pada seberapa banyak dan seberapa cepat mereka terbentuk, jerawat pustular yang lebih kecil akan menurun secara alami dan dapat diobati dengan produk yang dijual bebas yang mengandung asam salisilat," kata Schlessinger.

 Jika kulit Anda rentan terhadap jerawat pustular, penting bagi Anda untuk secara rutin mengobati jerawat. "Jika jerawat pustule bertahan atau dalam jumlah besar, kombinasi antibiotik oral dan topikal menawarkan hasil terbaik."

6. Jerawat Papula

Jenis ini adalah yang paling jinak dari semua jenis jerawat. Jerawat papula berwarna merah muda atau biasanya membentuk benjolan merah dengan permukaan putih penuh dengan cairan dan minyak. Jerawat ini terasa sakit saat dipegang. Papula mengobati ketika pori-pori menjadi tersumbat dan bakteri kemudian tumbuh menyebabkan peradangan.
ni adalah jenis jerawat yang paling mudah untuk diobati. Para ahli membuktikan bahwa produk yang dijual bebas dan mengandung benzoyl peroxide dan asam salisilat adalah perawatan terbaik untuk jenis jerawat ini.

7. Jerawat kistik

Jerawat jenis ini biasanya jauh di bawah permukaan kulit dan sangat menyakitkan. "Jerawat jenis ini terjadi ketika pori-pori terhalang oleh minyak dan sel-sel kulit mati, tetapi infeksi masuk lebih dalam ke kulit, menghasilkan benjolan merah besar berisi cairan," kata Schlessinger.

Menurutnya, jerawat kistik biasanya dihasilkan dari perubahan hormonal. Itu sebabnya jerawat kistik paling sering terjadi pada remaja, meskipun itu juga dapat mempengaruhi semua usia.

"Biasanya kombinasi antibiotik dan perawatan topikal dengan resep bekerja sangat baik," katanya. "Jika ini belum  berhasil, isotretinoin dapat digunakan untuk jerawat kistik yang membandel."

8. Jerawat Fulminans

 Menurut Melissa Kanchanapoomi Levin, MD, seorang dokter kulit di New York City dan profesor klinis di NYU Langone dan Mount Sinai Hospital, ini adalah bentuk langka dari jerawat kistik yang parah dan paling sering terjadi pada remaja laki-laki, dan ditandai oleh nodul yang meradang dan plak dengan luka terbuka. Jerawat ini dapat muncul pada dada, punggung dan wajah

"Ada juga tanda-tanda sistemik seperti demam, peningkatan jumlah sel darah putih, nyeri sendi, keterlibatan tulang, dan nyeri otot," tambahnya. Jerawat ini biasanya memerlukan pengobatan steroid oral sistemik, isotretinoin, dan obat sistemik lainnya.

9. Jerawat Nodul

Seperti jerawat kistik, nodul adalah bentuk lain dari jerawat parah yang memerlukan bantuan dari dokter kulit. "Jerawat nodular dapat memiliki masa hidup selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan tanpa perawatan yang tepat," kata Schlessinger.

Tidak seperti jerawat kistik, menurut Schlessinger, jerawat ini menyebabkan kulit Anda menjadi merah ketika meradang. Dia merekomendasikan penggunaan antibiotik dan perawatan topikal dengan resep dokter kulit Anda.

10. Jerawat mekanika

"Jerawat jenis ini terjadi karena panas dan gesekan, dari tekanan pada kulit atau memakai peralatan olahraga atau pakaian olahraga basah, yang memicu peningkatan iritasi dan kelebihan minyak yang menyebabkan jerawat," jelas Lily Talakoub, MD, seorang dokter kulit. di McLean Dermatology and Skincare Centre.

Jerawat ini terkadang dikenal sebagai jerawat yang dipicu oleh olahraga karena sering terjadi pada atlet. Untuk mencegah jerawat mekanika, Talakoub merekomendasikan mandi segera setelah berolahraga atau berkeringat, tidak memakai topi untuk waktu yang lama, tidak memakai pakaian yang terlalu ketat dan beralih dari bahan sintetis ke kain yang bisa bernafas, seperti kapas. "Bersihkan dengan bahan-bahan mengandung benzoyl peroxide, seperti panoxyl, dan glycolic acid, "katanya.

Selain itu, dokter kulit Anda juga dapat meresepkan obat kombinasi topikal yang membantu menghilangkan sel-sel kulit mati yang berlebihan dan bakteri

Mengobati jerawat ringan

Untuk jerawat ringan terdiri dari blackhead, whitehead, dan pustula kecil. Jerawat ringan dapat diobati dengan banyak perawatan.
  1. Cucilah kulit Anda dengan lembut dengan air bersih yang hangat dan cleanser yang ringan dua kali sehari untuk menghilangkan minyak berlebih, sel-sel kulit mati, dan debu. Jangan menggosok kulit Anda. Kamu mungkin disarankan untuk menggunakan cleanser yang dijual bebas, tetapi kulit Anda bisa menjadi kering. Ikutilah petunjuk dan hubungi dokter jika Anda mengalami masalah.
  2. Oles benzoil peroksida pada kulit Anda untuk mengurangi kelebihan minyak.
  3. Oles asam salisilat dan sulfur untuk mengobati whitehead dan blackhead.
  4. Jikalah Anda tidak melihat perkembangan setelah 8 minggu mencoba perawatan, Anda harus berkonsultasi pada dokter dan ia akan meresepkan obat lain.